Archive for the ‘jelajah’ Category

Masih banyaknya objek – objek pariwisata di kabupaten Pandeglang yang belum sepenuhnya tergali. Hal itu merupakan faktor utama, kurangnya kunjungan wisatawan yang masuknya ke wilayah ini. Faktor lain adalah kondisi infrastruktur yang kurang menunjang, padahal bila ini tergali, objek wisata di wilayah Pandeglang dapat menarik dan mempesona wisatawan yang berkunjung.

Di daerah Pandeglang terdapat potensi pariwisata seperti : Alam pegunungan, Tempat Ziarah yang dikeramatkan, Pantai, Situ dan kawasan badak cula satu di Taman Nasional Ujung Kulon ( TNUK). Jika beberapa potensi tersebut digali dan dikembangkan tidak menutup kemungkinan potensi pariwisata akan menjadi lirikan wisatawan baik mancanegara maupun domestik. (more…)

Ujung kulon merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati yang terletak di Ujung pulau Jawa yang masih sangat terjaga kelestariannya sejak jaman Belanda. Setelah mengalami beberapa kali perubahan status, akhirnya pada tahun 1992 dengan SK. Mentri Kehutanan No. 284/Ktps-II/1992, Ujung Kulon ditetapkan sebagai Taman Nasional. Dan pada tahun 1992, Taman Nasional UJung Kulon oleh Komisi Warisan Alam Dunia UNESCO ditetapkan sebagai Kawasan Warisan Alam Dunia meliputi Wilayah Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Panaitan, Pulau Peucang, Pulau Handeleum dan Gunung Honje dengan luas keseluruhan 120.551 ha, yang terdiri dari daratan 76.214 ha dan laut 44.337 ha. (more…)

Pakaian Suku Baduy

Posted: May 16, 2008 in jelajah

Dalam kehidupan keseharian manusia, berpakaian merupakan salah satu alat untuk melindungi diri dan menunjukan  citra diri terhadap orang lain. Dalam hal ini masyarakat Baduy yang merupakan suku terasing di Banten sudah memikirkan dalam hal berpakaian dalam masyarakatnya..Sebelumnya Suku Baduy adalah suku yang menetap di ujung Pulau Jawa sebelah barat Suku Baduy terdiri dari dua kelompok masyarakat, yaitu Baduy Luar, yang tinggal luar daerah Baduy Dalam,dan baduy dalam yang menetap di Cibeo, Cikertawana dan Cikeusik.Dalam pandangannya mereka yakin berasal dari satu keturunan, yang memiliki satu keyakinan, tingkah laku, cita-cita, termasuk busana yang dikenakannya pun adalah sama. Kalaupun ada perbedaan dalam berbusana, perbedaan itu hanya terletak pada bahan dasar, model dan warnanya saja.Baduy Dalam merupakan masyarakat yang masih tetap mempertahankan dengan kuat nilai-nilai budaya warisan leluhurnya dan tidak terpengaruh oleh kebudayaan luar. Ini berbeda dengan Baduy Luar yang sudah mulai mengenal kebudayaan luar. Perbedaan antara Baduy Dalam dan Baduy Luar seperti itu dapat dilihat dari cara busananya berdasarkan status sosial, tingkat umur maupun fungsinya. Perbedaan busana hanya didasarkan pada jenis kelamin dan tingkat kepatuhan pada adat saja, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. (more…)