Archive for the ‘berita seputarku’ Category

Perpustakaan di Hati Masyarakat

Posted: February 24, 2011 in berita seputarku

Di era sekarang ini, walaupun akses internet sudah mudah untuk di dapatkan , namun sebagian masyarakat belum biasa menikmati hal tersebut, hal ini antara lain karena lemahnya daya ekonomi dan rendahnya tingkat pendidikan. Sehingga diakui tentang perpustakaan (bibliotek) juga lambat untuk mendapatkan tempat di masyarakat, terlebih masyarakat pedesaan.

Kita sesungguhnya sangat sadar, kemajuan sebuah bangsa tak lepas dari keberadaan perpustakaan. Seperti kemajuan pada kejayaan Islam pada abad 8-15 M, sehingga negeri Irak yang kaya denga literature, – maka terkenal dengan sebutan “Negeri Seribu Satu Malam”. Banyak kisah dan dongeng yang bisa jadi referensi, pencerahan dan sekaligus mencerdaskan bangsa, terdapat di sana. Sebut saja Kisah Abu Nawas, Al-Adin dan lainnya. Maka pada masa pendudukan negara liberal Amerika Serikat, setelah tumbangnya pemerintahan Sadam Husein, konon kabarnya banyak literasi ilmu pengetahuan umum, agama maupun sastra yang dibawa negara liberal tersebut bahkan banyak juga yang sengaja dibakar, mungkin dianggap kepustakaan adalah sarana membangkitkan kekuatan jiwa sebagai suatu bangsa. Terlebih di negara ini dengan kisah Ramayana dan Mahabrata, salah satu kisah dari negri India. Kisah itu sangat terkenal di Indonesia sampai menjadi Babon cerita wayang baik wayang kulit, golek atau lainnya. Kita mengakui wayang walau hanya sebuah epos namun boleh dikatakan memberikan kontribusi besar bagi kehidupan masyarakat Indonesia. (more…)

Minggu lalu seperti biasanya kulewati libur pekan ini dengan bersilaturahmi ke kediaman Kakakku yang berada di bawah kaki Gunung Karang bersama teman- teman sedaerahku.Perjalanan ini sebagai salah satu tujuan yang kami rencanakan untuk bersilatuhrahmi sekaligus sebagai refseshing setelah penat dengan kehidupan sehari-hari.

(more…)

Alun – Alun Kota Serang, mau masuk ! bayar dulu dunk!!

Begitulah kira – kira potret wajah kota yang aku tinggali sekarang ini, sepertinya di dunia ini tidak ada sesuatu yang bisa kita dapatkan dengan cuma – cuma.

Keluhan warga sekitar Serang perihal adanya pungutan biaya untuk masuk ke Alun – alun Barat merebak, Warga yang hendak menikmati area publik milik pemerintah ini harus merogoh kocek sebesar Rp 1000,. Untuk satu kendaraan.

Warga sangat menyayangkan adanya pungutan biaya yang dilakukan oleh salah satu organisasi kemasyarakatan ditambah adanya para pengamen yang sedikit memaksa. Masyarakat yang hendak menkmati area publik tidak lagi merasa nyaman dan menilai pungutan cukup memberatkan karena Alun – alun Barat kota Serang ini adalah milik masyarakat bukan milik orang perorangan ataupun salah satu organisasi.

Pungutan yang dilakukan oleh Ormas tersebut terjadi saat warga mendekati pintu masuk Alun – alun, ada sekitar 1 – 2 orang yang bertugas untuk memungut biaya sambil memberikan karcis tanda masuk kepada pengunjung. Sebelumnya jenis pungutan ini tidak pernah ada, para pengunjung yang biasanya hendak masuk Alun – alun dengan tujuan yang berbeda-beda, ada yang sekedar jalan – jalan atau membawa anak untuk menikmati berbagai permainan anak – anak. Harus mengelurkan uang sebesar Rp 1000 untuk biaya masuk, bisa di pastikan bagi warga yang hendak masuk ke Alun – alun namun tidak membayar biaya masuk tidak dipersilahkan untuk masuk ke dalam Alun – alun Barat Kota Serang.

Tak ada kejelasan tentang pungutan tersebut siapa yang bertanggung jawab dan kepada siapa uang hasil pungutan tersebut di simpan. Yang jelas Pemkab Serang tidak pernah mengeluarkan perintah tersebut.

Masuk Alun – alun yang jelas jelas milik masyarakat harus bayar “ jangan memperkaya dari sendiri dunk!!!