Menembus dan menapaki Gunung Karang yang semakin gundul Jilid I

Posted: October 20, 2009 in berita seputarku

Minggu lalu seperti biasanya kulewati libur pekan ini dengan bersilaturahmi ke kediaman Kakakku yang berada di bawah kaki Gunung Karang bersama teman- teman sedaerahku.Perjalanan ini sebagai salah satu tujuan yang kami rencanakan untuk bersilatuhrahmi sekaligus sebagai refseshing setelah penat dengan kehidupan sehari-hari.

Keberangkatan kami menuju tempat tujuan menggunakan sepeda motor melalui jalur yang biasa kami lalui.

Tak terasa akhirnya kami sampai di kediaman Kakakku bermukim yaitu di Kampung Kadu Engang yang masih dalam kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.

Setelah cukup beristirahat sambil melepas ketegangan setelah mengendarai sepeda motor,  Perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki menuju Puncak Gunung Karang yang biasa nya di tempuh selama 6  jam perjalanan.

Entah mengapa terasa ada sesuatu yang berbeda dengan perjalanan kali ini,. Panas sinar matahari terasa panas, ternyata di jalur ini panahokan (perbatasan pemukiman warga dengan kawasan Gunung karang) sedang di bangun jalur kendaraan. Keadaan yang telah berubah ini, sedikit mengganggu pemikiran karena pohon – pohon besar yang biasanya mengiringi perjalan kami sudah tidak ada lagi, yang tersisa di kanan kiri jalan hanya beberapa Pohon cengkeh,Pohon Kopi dan Pohon piasang selebihnya merupaan tanaman sayur seperti wortel cabe, bawang daun dan semacamnya.

Mungkin keaadaan inilah yang membuat sinar matahari terasa panas menyengat.

Setelah berjalan sekitar 1 jam tibalah kami pada sebuah bukit yang di berdiri sebuah saung Ka Ahmad tempat biasa kami melepas lelah, saung ini sengaja kami bangun untuk menjadi tempat peristirahatan kami sekaligus sebagai  saksi bisu ikatan persaudaraan, yang oleh pemiliknya dijadikan tempat berjualan jika musim ZIARAH tiba.Keadaan sekitar tidak jauh berbeda dengan dengan tempat yang telah dilalui dalam perjalanan sebelumnya, yaitu  tidak adanya pohon besar yang berdiri, hanya perkebunan sayur milik warga sekitar yang terlihat. Sedangkan dikanan sebelah saung terlihat jelas punggungan gunung yang tandus bekas terjadinya longsor.Sungguh sangat ironis, semuanya terjadi karena begitu saja tanpa ada pengawasan dari pihat yang terkait.

Gunung karang yang dulu kami banggakan dulu karena ke Asriannya sekarang telah berubah menjadi beratus hektar hutan yang beralih fungsi menjadi lahan pertanian.

Comments
  1. gusrohman says:

    tukeran link om… ya.. lnk pyan dah tak pasang di bagian sidebar-(blogroll)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s