UJUNG KULON LESTARI MASYARAKAT SEJAHTERA

Posted: May 18, 2008 in jelajah

Ujung kulon merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati yang terletak di Ujung pulau Jawa yang masih sangat terjaga kelestariannya sejak jaman Belanda. Setelah mengalami beberapa kali perubahan status, akhirnya pada tahun 1992 dengan SK. Mentri Kehutanan No. 284/Ktps-II/1992, Ujung Kulon ditetapkan sebagai Taman Nasional. Dan pada tahun 1992, Taman Nasional UJung Kulon oleh Komisi Warisan Alam Dunia UNESCO ditetapkan sebagai Kawasan Warisan Alam Dunia meliputi Wilayah Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Panaitan, Pulau Peucang, Pulau Handeleum dan Gunung Honje dengan luas keseluruhan 120.551 ha, yang terdiri dari daratan 76.214 ha dan laut 44.337 ha.

  • SUMBER

Sebagai pusat keanekaragaman hayati, Taman Nasional memiliki 700 jenis flora, 5 jenis monyet, 240 jenis burung, 35 jenis mamalia, 142 Jenis ikan.

Dari banyak jenis keanekaragaman hayati yang ada di Taman Nasional Ujung Kulon, Badak Bercula satu atau yang dikenal dengan nama Badak Jawa, merupakan satwa langka yang hanya hidup di Taman Nasional Ujung Kulon bahkan satu – satunya di dunia! Badak Jawa dikenal dengan nama latin Rhinoceros Sondacius – sekarang ini di Taman Nasional Ujung Kulon hanya berjumlah 50 – 60 ekor. Panjang Badak Badak Jawa dewasa biasanya mencapai 292 cm dengan berat tubuh Badak Jawa dewasa mencapai 2.280 kilogram.

Badak Jawa merupakan hewan soliter (menyendiri). Hidupnya selalu sendiri kecuali pada saat musim kawin, bunting dan mengasuh anak. Setiap Badak jawab baik jantan maupun betina masing – masing mempunyai daerah kekuasaan sendiri. Habitat hidup badak jawa adalah hutan hujan dataran rendah dan rawa – rawa sehingga Taman Nasional Ujung Kulon merupakan habitat yang sesuai untuk Badak Jawa.

  • HUTAN

Kehidupan Badak Jawa sangat tergantung pada kelestarian hutan sebagai tempat berthan hidup, berkubang, berkembang biak dan mencari makan. Badak jawa tergolong satwa memamah biak, Karena biasa kita liat dari Makanannya seperti pucuk – pucuk daun ,tunas – tunas pohon, herba, ranting dan kulit kayu. Biasanya yang di makan adalah kedodong hutan, tepus, sulangkar dan segel. Namun pada umumnya sebagian pohon atau tumbuhan yang diambil oleh Badak Jawa sebagai makanannya tidak akan mengalami kematian, melainkan masih bisa tumbuh kembali sehingga dapat dipastikan badak jawa memiliki sifat untuk menjaga kelestarian hutan, yang menjadi habitat tempat tinggalnya.

(“Seekor badak saja bisa hidup dengan tidak merusak alamnya mengapa kita sebagai manusia yang dianugerahi akal dan pikiran masih saja merusak alam untuk hidup??)

Selain sebagai “rumah” bagi Badak Jawa dan satwa lainnya seperti Monyet, Burung dan sebagainnya, hutan Taman Nasional Ujung Kulon juga berguna untuk masyarakat sekitar kawasan, karena kekayaan dan keragaman Hutan Taman Nasional yang asli dan alami yang terbentuk dari ratusan jenis pohon yang membentuk bermacam – macam ekosistem berfungsi mengatur air hujan yang jatuh ketanah yang akan menjamin keseterdiaan cadangan air dalam tanah untuk keperluan penduduk terutama untuk air minum di saat musim kemarau panjang.

Selain itu juga, Hutan Taman Nasional Ujung Kulon dapat mencegah terjadinya erosi dan tanah longsor. Tanpa Hutan, tanah yang ada diperbukitan atau pegunungan akan longsor menimpa rumah penduduk. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk bersama – sama menjaga keutuhan Taman Nasional Ujung Kulon ini.

· KEHIDUPAN

Namun apa yang terjadi saat ini?! kekayaan Taman Nasional Ujung Kulon terus saja terus saja diambil dengan tidak bijaksana, banyaknya penebangan secara illegal (illegal logging), perambahan hutan untuk lahan pertanian dan pemukiman, pencurian burung dan pengambilan madu odeng secara liar. Apabila hal ini terus berlangsung secara terus menerus , dalam waktu 4-6 tahun mendatang bias di pastikan kekayaan dan keanekaragaman Taman Nasional Ujung Kulon akan menjadi sebuah dongeng, akibatnya anak cucu kita tidak dapat melihat Badak Jawa secara langsung, yang merupakan hewan langka di dunia yang hanya ada di ujung pulau jawa. Mereka akan mati secara perlahan karena kerusakan habitatnya oleh tangan – tangan jahat manusia serakah . Semua pasti merasakan dampak akibatnya apabila kita memperlakukan alam kita dengan tidak bijaksana. Tidak akan ada lagi Badak Jawa, mereka akan punah seperti halnya Dinosaurus, tidak akan ada lagi air jernih bagi kehidupan kita, tidak akan ada lagi daerah paru – paru dunia untuk kita hirup udaranya yang bersih untuk bernafas dan tidak ada lagi pohon- pohon yang dapat menahan datangnya banjir dan longsor. Yang lebih menyedihkan , kita akan mendengar Taman Nsional hanya ada di dalam sebuah dongeng saja. Tidak ada Kawasan Warisan Dunia (World Heritage Site)

Oleh karena itu, untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati Taman Nasional Ujung Kulon, harus kita mulai dari diri kita sendiri dengan langkah awal dengan tidak merusak kawasan hutan, selain itu juga kita biasa bekerja sama dengan petugas Taman Nasional Ujung Kulon untuk melindungi dan memelihara keanekaragaman hayati yang tersedi di dalamnnya.

Untuk wisatawan domestic atau mancanegara cobalah untuk mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan oleh pengelola Taman Nasional Ujung Kulon.

Untuk Pemerintah harus ada langkah kerja yang pasti dengan terjun langsung untuk sama – sama menjaga dan melindungi Taman Nasional Ujung Kulon dan membuat peraturan yang sanksinya sangat berat bagi pelanggaran atas peraturan yang telah di buat.

Semuanya tujuannya didasarkan untuk menjaga hutan kita untuk kepentingan kita hari ini, besok dan masa yang akan datang.

Sebenarnya banyak manfaat yang dapat kita peroleh dengan kehadiran Taman Nasional Ujung Kulon yang diantaranya :

  • Adanya persediaan air di musim kemarau, karena akar – akar tanaman yang ada di hutan menyerap air pada musim kemarau dan menyimpannya
  • Mencegah tanah longsor dan banjir, karena pohon – pohon yang ada di hutan dapat menahan pengikisan tanah.
  • Peningkatan pendapatan dari sector pariwisata, masyarakat dapat menyediakan jasa pelayanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Ujung Kulon.
  • Udar Segar yang dihasilakan oleh pohon – pohon yang ada di hutan, sulit ditemukan ditempat yang jauh dari hutan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s