Hutan Lindung Solear Terabaikan.

Posted: September 3, 2007 in berita seputarku

SOLEAR,SN- Wisata hutan lindung Solear yang terletak di Desa Solear Kecamatan Solear kondisinya sangat memprihatinkan. Hutan yang memiliki luas 4,5 Hektar itu terlihat gersang. Warga mengklaim pemerintah kurang memperhatnkan hutan lindung Solear, padahal banyak warga yang mengunjungi kawasan itu.

Edi Syakir (38), warga yang sudah puluhan tahun menjadi penjaga hutan lindung menyayangkan kurang gregetnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggerang dalam menghidupkan dan memberdayakan hutan Solear. Padahal selama ini kawasan wisata yang dianggap kramat itu sudah banyak dikunjungi masyarakat. Tidak hanya warga sekitar, tapi banyak juga yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Mereka datang tidak hanya berekreasi dengan keluarga atau temannya, namun ada juga yang datang dengan sengaja untuk berziarah.

“Bahkan yang saya tau masyarakat datang ke sini bukan cuma orang biasa, tapi para artis seperti Nia Ramadhani dan Rano Karno, Para Ulama besar, pejabat negara dan orang asing.”

Lebih lanjut Edi menjelaskan, hutan Solear sudah ada sejak ratusan tahun silam. Konon kabarnya kawasan ini sengaja diabadikan kealamiannya karena memiliki sejarah tersendiri. Ratusan tahun lalu, kata Edi, kawasan in merupakan tempat berkumpul para ulama besar Banten, Cirebon,Demak yang mensyiarkan agama islam di Indonesia seperti para wali dan syekh.

Tapi sayangnya tidak banyak masyarakat yang mengetahui asal muasal sejarah hutan ini sehingga pemeliharaan dan perawatannya kurang terlindungi.

Sementara itu, Marudi, salah satu pengunjung hutan asal Desa Pasir, Balaraja yang ditemui Satelit News mengatakan, kedatangannya kedaerah tersebut adalah untuk melakukan ziarah menjelang Bulan Suci Ramadhan kemakam ulama besar, ” kebetulan, lokasi ziarahnya ada didalam hutan itu.” kata Marudi sambil menunjuk kearah hutan itu.

Didalam hutan itu, tambah Marudi, satu makam Ulama besar yang dianggap kramat yakni Makam Syekh Muhammad Masyad bin Syekh Abdullah Syafe’i. Hanya saja ketika wartawan memeinta keterangan lebih jauh, Marudi mengaku tidak mengetahui asalmuasal sejarahnya. Sementara wargapun terkesan tutup mulut dengan kuncen panjaga makam, Syamsudin. Saat wartawan memintai keterangannya, dia malah menggelengkan kepalanya dengan alasan yang sama dengan Marudi….

sumber : Satelit News

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s