Suku Baduy

Posted: August 16, 2007 in jelajah

baduy-jalma.jpgHari itu… terasa begitu tenang. Setenang pandanganku melihat asrinya daerah di sekelilingku..untuk yang kesekian kalinya aku berada di tempat ini, namun semunya itu tidak membuatku menjadi bosan, lelahnya menapaki jalan tidak membuatku berhenti melangkah, kesemuanya itu terbayar lunas jika aku berada disini…(Baduy)

Secara geografis permukiman orang Baduy berjumlah 52 buah perkampungan, termasuk ke dalam wilayah Desa Kanekes, Kecamatan Leuwi Damar, Kabupaten Lebak. Luas Keseluruhan desa 5.108 hektare terdiri dari 3.000 ha hutan lindung, dan 2.108 ha untuk permukiman penduduk yang semuanya dihuni oleh masyarakat Baduy. Dari data statistik hasil sensus tahun 2000, penduduk Baduy berjumlah 7.317 orang terdiri dari 3.776 orang laki-laki dan 3.641 orang perempuan. Suku Baduy adalah suatu komoditas yang terdapat terpencil yang memegang teguh adat dan istiadatnya. Komunitas mereka menempati areal seluas 5.101 hektar yang tersebar di desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Banten.

baduy-ciboleger.jpgSetelah lelah duduk diatas kendaraan, akhirnya kami sampai di desa Ciboleger, desa terakhir yang bisa dilalui oleh kendaraan..
Menuju lokasi perkampungan orang Baduy, kita harus jalan kaki melewati jalan tanah setapak yang naik turun, dan lereng-lereng bukit curam..Pada umumnya permukiman mereka berada di lereng-lereng bukit, lembah yang ditumbuhi pohon-pohon besar, dekat dengan sumber mata air atau aliran sungai. Ada lima sungai yang mengalir yang mengalir ke wilayah perkampungan Baduy yaitu Cimangseuri, Ciparahhiang, Cibeueung, dan Cibarani yangbaduy-jembatan.jpg semua bermuara ke Sungai Ciujung.

Suku Baduy memiliki sistem pemerintahan tersendiri dengan seorang Kepala Adat. Masyarakat suku Baduy menolak teknologi modern apapun termasuk televisi, radio, listrik dan lainnya. Suku Baduy tidak mengenal Strata sosial apalagi kesenjangan sosial, mereka hidup secara gotong royong dan tidak ada keserakahan yang terjadi diantara mereka.

Suasana pemukiman Suku Baduy begitu sejuk dan alami. Tidak ada pencemaran bahkan polusi udara yang banyak terjadi di perkotaan. Yang terdengar hanyalah kicauan burung, suara binatang serta percikan air sungai yang begitu bening dan tidak pernah kering sepanjang tahunnya. Penduduk sangat disiplin menjaga kelestarian alam agar lingkungan mereka tidak tercemar.
baduy-leuwit-lumbung.jpg Mata pencaharian utama mereka adalah bertani secara tradisional. Sekitar pemukiman penduduk ada semacam bangunan yang di beri nama leuwit yaitu tempat penyimpanan hasil bertani/ berladang masyarakat.. Mereka berladang hanya menggunakan tongkat arit.Karena tidak semua kawasan boleh dijadikan ladang dan tidak boleh membabat hutan seenaknya.yang k awasan ini tampak hijau dengan berbagai tumbuhan yang sengaja ditanam secara alami. Di kawasan ini terdapat tanaman yang telah berumur ratusan tahun. Terdapat hutan yang dikeramatkan oleh penduduk (Hutan Larangan), tidak semua orang bisa berkunjung dan larangan untuk tidak boleh menebang.

Banyak sekali larangan yang diatur dalam hukum adat mereka. Masyarakat Baduy dalam menerapkan aturan-aturan adat yang harus dipatuhi di antaranya barang-barang yang berbau elektronik tidak boleh digunakan. Lalu, tidak boleh membawa senjata tajam, mencuci atau mandi tidak boleh memakai sabun, dan tidak membawa minuman keras.

Dan salah satunya larangan untuk anak – anak tidak boleh bersekolah, krena mereka punya pandangan lamun sakola jadi pinter, lamun pinter jadi bisa minteran batur. (kalau sekolah jadi pandai dan kalau pandai bisa menipu teman). Walau tidak megecam pendidikan warga baduy mampu menjaga keseimbangan antara manusia dengan alam..

“Suku Baduy sungguh mereka manusia yang sangat beradab, lebih beradab dari kita yang mengeyam pendidikan tinggi namun masih saja serakah dengan alam..Alam telah memberikan kita semuanya namaun apakah kita sudah memberikan sesuatu kepada alam”?

Comments
  1. echachubycheek says:

    senengnya….akhirnya hari yang aku n tmn2 tunggu2 slama 3 taun sekolah di SMIP dateng juga.tanggal 3 des,kami smua pergi ke baduy. keren juga suasana disana,,,tenang….damai…bener2 ga da keributan.
    awalnya aku nyangka disana tuch nyeremin,,,poko’nya yang masih dalem banget dey.tapi ternyata ngga juga tuch.kami smua tenang disana,,,malah sampe ngga mau pulang.

    awal masuk ke cibeo/kanekes ci menurut ku ga tantangannya sama sekali.tapi jalan pulangnya itu lho…..haduuuuuh ampun-ampun dey.aku n tmn2 lewatin 3bukit,aku yang bawa carriel cukup berat.tapi baduy TOP dah!!! aku ga nyesel klo di ajak kesana lagi.

    tapi ada hal yang bwat aku ga betah disana…aku ga bisa pup.huh nyebelin dah….
    cumam itu yang bikin aku ga betah disana,,,
    suasananya yang sejuk,dingin,rumahnya yang masih bener2 asli.walaupun warganya sedikit ga ramah,,,mungkin karena mereka jarang ngeliat orang luar kali yawh???

    udah dey,,,ga da kata2 lagi bwat baduy….BADUY TOP

  2. mineyster212 says:

    yah.. di baduy emang suasanya sejuk sih..

    apalagi baduy dalam memiliki ciri khas yang luar biasa alaminya!!

    itu pun dari segi kegiatan sehari-hari mereka nampak tekun dalam menjalankan aktifitas mereka.!! terlebih lagi mereka orang yang kuat.!!
    baik laki-laki maupun perempuan!!!
    dan dari ciri khas berpakaian mereka selalu mengenakan senjata tradisional layaknya samurai.. tapi mereka menggunakan golok..!!

  3. ade bachtiar says:

    menurutku terkadang ini pembodohan yang abadi, tapi mereka seneng sih…

  4. aman says:

    Begitulah baduy,alam nya msih asri sampai sekarang. tapi masyarakatnya sudah mengalami perubahan yg cukup drastis belakangan ini, terutama baduy luar yang berbatasan langsung dgn ciboleger, sayang sekali, padahal baduy satu2nya masyarakat adat yg masih memegang teguh adat istiadatnya di nusantara ini,mungkin juga di dunia.

  5. fahi says:

    Seneng bener yang sudah ke negeri Baduy, aku urang Banten oge can kaditu.

    Moga lain waktu dapat menyambangi daerah yang masih asri baik budaya maupun alamnya.

    VIVA BADUY

  6. erni says:

    kdengarannya cy,,,asyik ya,,,minggu dpan ak mw liat lgsg ke suku baduy…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s