Sekelumit Tentang Pendakian

Posted: August 9, 2007 in jelajah

huhuhu.jpg    Buat apa capek-capek mendaki gunung, kedinginan, lapar dan tentunya maut di depan mata. Pertanyaan itu seoalah menggelitik tiap pendaki. Ada yang bilang pekerjaan sia-sia, tapi ada pula yang bilang hobby. Ada yang berpendapat sekali coba pasti mau lagi, tapi ada yang kapok karena capek dan pegel-pegelnya tidak bisa hilang dalam dua hari. Apapun itu, geliat pendakian di tiap-tiap gunung di Indonesia dan di didunia tidak pernah sepi.

 Banyak dari kalangan mahasiswa-pelajar, pegawai dan umum  yang merasakan nikmatnya naik gunung. Menjadi pendaki, buat kebanyakan anak muda jaman sekarang boleh jadi merupakan tantangan. Apalagi, menjamurnya klub-klub pencinta alam di Indonesia, dalam kurun waktu belakangan ini, manambah referensi untuk para pemula, menjadi semacam magnet untuk memacu adrenalin. Belum lagi maraknya film dokumenter dan film layar lebar lainnya, serta majalah dan buletin-buletin olah raga yang kerap kali menyajikan informasi mengenai dunia pendakian. Serta maraknya kegiatan-kegiatan yang di motori oleh berbagai macam organisasi kepecintaan alam, di tanah air, menjadikan olah raga yang satu ini tidak hanya populer sebagai hoby, malah bisa dijadikan ajang penghidupan.

 Menyandang Carrier berbobot kisaran 8-15Kg. Bercelana model cargo yang dikenal dengan celana lapangan dengan berbagai model, sampai hanya mengenakan celana untuk model senam. Berkaos lengan pendek dan gondrong. Kumal dan layaknya seperti orang jarang mandi. Menempatkan penampilan pada urutan kesekian dari konsen hidupnya. Cuek berjalan di keramaian dan merasa senang dengan tantangan. Apalagi penggila olahraga yang boleh di bilang extrim ini, kerap kali mempertaruhkan nyawanya sendiri. Untuk sekedar menikmati sisi lain dari keindahan alam ciptaan Tuhan dengan caranya masih-masing. Bertengger di puncak-puncak tertinggi permukaan bumi, menyaksikan terbit dan terbenam matahari dari tempat yang tidak lazim, menghirup udara bersih dengan oksigen tipis dan menyaksikan sendiri keajaiban kawah gunung berapi. Atau menyaksikan sendiri awan putih pada pagi hari yang membuat anda seolah-olah berada diatas awan, untuk kemudian turun dengan manis dan mengisahkan keberanian mereka. Pada sahabat, kerabat dan anak cucunya kelak.Menjadi seorang pendaki, tentu banyak sekali yang mesti di perhatikan.

 Banyak pula yang mesti dipelajari. Jangan  semata-mata menyalurkan hoby, tapi bagaimana mendaki bisa menjadi olah raga jasmani dan rohani.

Mengapa rohani?…  karena melihat keindahan alam dari sisi berbeda.

Apakah kamu pernah membayangkan, berdiri disatu tempat tertinggi, yang disana kamu bisa menyaksikan eloknya matahari terbit di pagi hari. Merasakan belaian lebut awan yang ada di kejauhan, dengan semilir angin berhembus lembut. Sementara sejauh mata memandang hanya ada putihnya awan dan birunya langit? Hamparan kota di kejauhan, serta hijau yang melebihi halusnya permadani terbaik sekalipun?  Mirip negeri diatas awan.

            Pernah terfikir duduk sambil melihat sendiri mentari yang perlahan menghilang di cakrawala sore yang manis, menyisakan lembayung keemasan di ufuk barat?

Kemudian mengambil foto dengan pemandangan paling spektakuler dari tempat yang tidak semua orang bisa mencapainya? Tentu kebanggaan dan perasaan puas yang pasti  dapatkan.

Itulah beberapa deskripsi mengenai keindahan puncak suatu gunung. Meski titp-tiap orang selalu punya pengalaman sendiri, tapi seperti itulah gambaran rata-rata keindahan tiap puncak gunung.

Selalu saja ada sesuatu yang tidak bisa di deskripikan . Sensasi yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata. Keindahan ciptaan Tuhan yang amat sangat menakjubkan dan mungkin dari sini kita juga biasa merasa sangat dekat dengan Tuhan. serta Menyaksikan keindahan ciptaan-Nya dari sudut pandang berbeda, sudut pandang seorang Pendaki.
Standar keamanan dan keselamatan pendaki,harus menjadi nomor 1,karena kita past tidak akan mau mati konyol di gunung, Karena itu, safety prosedur boleh jadi merupakan kunci penentu dari kelancaran pendakian kita. Menyiapkan peralatan pendakian yang akan membantu mempermudah kita dalam sebuah perjalanan., .Makanan, juga jadi factor penting dalam pendakian. Pemilihan makanan yang bergizi dan berkadar karbohidarat tinggi.
Olah raga ini memang sangat menguras isi kantong, namun belum seberapa jika kepuasan terengkuh maka berapapun isi kantong yang keluar, olah raga mendaki juga memerlukan kesiapan fisik dan mental yang prima. Kedua hal ini, akan sangat membantu jika kita di hadapkan kepada berbagai masalah di lapangan. Menghadapi hujan deras dengan angin kencang yang menerbangkan tenda-tenda, di bawah kilat. Berjalan di padang pasir atau sabana yang entah dimana ujungnya. Menanjak di terjalnya medan, dari yang masih bisa dilakukan sambil bendiri, hingga ada yang harus menggunakan tali, sementara beban berat masih menempel di punggung, pastinya bukan pekerjaan mudah dan menurunkan mental kita. Ego yang sering muncul, menyeruak sendirian dalam alam bawah sadar kita ke permukaan, sehingga emosi sering kali susah di kontrol. Akhirnya, masalah timbul dan menjadi pemicu pertengkaran antar personal yang bukan tidak mungkin berakibat fatal. Hanya orang-orang dengan kesiapan mental baja dan fisik yang prima mampu melewatinya.Dengan berfikir jernih, adalah keharusan.Tekanan demi terkanan dari berbagai aspek, baik itu alam sendiri, maupun aspek sosial, seperti teman seperjalanan dan lainnya, menuntut kesiapan pikiran dan mental yang tangguh.

Sifat pendakian itu sangat berbahaya,banyak sudah korban yang berjatuhan karena keganasan alamTentunya kita tidak ingin mati konyol di gunung,  maka safety prosedur diatas mutlak di terapkan. Kecelakaan di gunung, minimal bisa kita tekan seminimal mungkin. Faktor-faktor seperti cuaca, alam, dan medan itu sendiri memang tidak bisa kita elakkan. Tapi dengan pembekalan yang baik dan persiapan yang memadai, kita dapat mengurangi resikonya. Sementara tentunya factor-faktor dari kesalahan manusia nya bisa kita hindari. Menganggap enteng sebuah perjalanan, tentunya sangat tidak bijaksana. Kadang kala, kecerobhan kecil seperti ini yang membawa maut. Seringnya melakukan pendakian bukan serta merta membuat kita kebal terhadap resiko. Orang yang sangat berpengalaman pun, sangat mungkin terkena cidera, gangguan fisik dan lainnya.,

 Ada sangat banyak pelajaran tentang kehidupan di ajarkan dari sini. Selain berolah raga, kita tentunya akan bersingungan dengan macam-macam prilaku. Mulai dari teman seperjalanan, sampai pada prilaku alam yang sangat-sangat susah di tebak. Jika kemudian banyak yang menjadi lebih arif karena mendaki, tentunya itulah salah satu hal positif yang kita bisa petik. Tapi jika ada yang semakin brutal dengan vandalisme, minuman keras yang dianggap bisa membantu memulihkan suhu tubuh, padahal itu salah besar. Otak tidak akan berfikir jernih jika mabuk. Jadi mitos itu mesti di hilangkan dari sekarang.Sudah siap mendaki?

Comments
  1. baby dolphin says:

    aaaaaaaaaaaaaaa…………..
    allllooooowwww!!!!!!!!!!
    aa…iu ga tau,mo comment ap???
    tp yg jelas smua tulisan aa tu,bikin iu jd GMN GTUUU……..

  2. edeluwis says:

    bener2 betul, memang itu yng ter jadi ac merasakan hal itu walau sudah berkali2 naik
    ada rasa yang mengalir jika kita diatas gunung rasa itu tdk bs d ungkapkan dng kata2,ada suatu keharuan bl kt di atas gunung ,tanpa sadar kadang2 air mata menetes entah rasa pa itu ,bangga ,terharu atau merasa kecil di dunia yang luas ini

  3. dwee says:

    salam kenal ..

    menarik . .hmm . .. kayak ny gak bisa ngomong apa – apa lagi deh

    mantab om

    skalian minta ijin penyebaran om . ..

    salam kenal….

  4. dani ibrahim says:

    sangat, menarik……1
    memang dunia menawarkan berbagai keeksotisan, ketika beraada di enggel pendakian
    suasana yang di lahirkan adalah rasa yang tak bisa di ungkapkan.
    hanya sebatas senyum atau rasa syukur lain yang sangat besar. mengenai semua yang terlihat.
    suksesterus. lombok, dan anjani. munkin menanti sejak dulu. amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s