Rasa Syukur membuatku tersenyum

Posted: August 1, 2007 in ocehan hati

Adzan subuh baru saja terdengar ketika aku mulai memutar kran air untuk mengambil air wudhu dan shalat. Karena kalau sudah melanjutkan rutinitas seperti biasanya, pada akhirnya shalat subuh jadi tertunda agak siang.
Saat mengambil sarung di atas tumpukan sajadah, rasa rindu tiba-tiba menyeruak dari hati terdalam. Pagi ini melebihi pagi-pagi sebelumnya, aku merindukan kehidupan yang lebih baik..


Selesai shalat subuh, seperti biasa kubaca Astaghfilrullah, Bismillah, Allahu Akbar, Alhamdulillah, La Ilaha Ilallah. Seperti lagu, kubaca berulang-ulang, memanggil namaNya sepenuh hatiku, berpasrah padaNya atas semua rasa yang tertuang di hati, membuat jiwa ini merasa begitu lemah.

Pada siapa aku mesti mengadu? Pada siapa aku bisa bersandar? Bukankah hanya Allah saja yang bisa mendengar teriakan hatiku. Hanya Allah saja yang memiliki kekuatan Mahadahsyat bagi bersandarnya jiwa yang lemah. Dan kemudian aku pun menangis diam-diam, tak mau terdengar oleh orang tua dan saudara kandungku

Ya..Allah Yang Maha lembut yang telah memenuhi hati kita dengan keindahan kehidupan

Derak tirai kamar yang terbuka sempat mengagetkan dan membuatku tergesa-gesa untuk menghapus basahnya wajah oleh airmata. Bagaimana pun usahaku menyambut hari dengan senyum, namun tak berhasil menyembunyikan sisa tangis yang tertinggal di sudut-sudut mataku.

” kenapa nak ?” Itulah kata pertama yang keluar dari bibirnya manakala ia menangkap kesedihanku. Aku hanya mampu tersenyum dan berusaha jujur mengatakan bahwa aku merindukan kehidupan yang lebih baik. Apa yang terjadi Ibuku langsung memelukku seerat-eratnya Gerimis di hatiku kembali membanjir dan memenuhi pelupuk mataku hingga pandanganku menjadi kabur karena airmata.

Ayah ku tiba2 saja menghampiri dan berkata ” Kamu tidak boleh bersedih dan tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan” Dan aku pun kembali beristighfar, menguatkan hati, dan menyabarkan diri. Jika di sekilingku memintaku untuk kuat dan sabar, maka sudah seharusnya aku menjadi kuat dan sabar terlebih dahulu.

Semoga aku tak terlambat untuk menyadari ini semua.

Memang hidup ini penuh dengan pertanyaan yang tak jarang membuat kita merasa sendiri.. Tuhan YME menciptakan Manusia dengan begitu sempurna…. Lengkap dengan garis kehidupannya..

Setelah kejadian kemarin timbul sedikit pertanyaan yang mungkin saya anggap manusiawi. Untuk pertama kalinya dalam seumur hidup saya melihat sosok Kakekku yang menetap di daerah Bandung, Jawa Barat. Karena hidup dengan serba kecukupan lah yang membuat saya memenggap dia masih sangat gagah umtuk seumurannya.

Kalau saja Nenekku tidak memutuskan untuk hidup sendri2 dengan beliau mungkin setidaknya saya bisa sekolah yang lebih tinggi dan tidak bekerja dengan pekerjaan yang saya jalani seperti ini..Mungkin sudah menjadi garis kehidupan yang harus saya jalani, dengan sisa kenyakinan kepada Tuhan YME yang dapat membuat hati ini merasa tenang. Bukan materi yang menjadi keinginan saya, namun kasih sayang yang selama berpuluh tahun yang saya harapkan.. terbayang sudah 20 tahun saya hidup namun baru kali ini saya melihat raut wajahnya jadi bisa dikatakan..(“kemana saja beliau selama ini ?, baru saat ini beliau mejenguk anak, dan cucunya ?) Kehidupan yang bisa di sebut senang, mungkin jadi jawabannya..

Tidak kurang dari 2 jam lebih dia berada di kediaman kami..dengan memberi sedikit uang bila di bandingkan dengan kasih sayang, dan perhatian yang kami butuhkan selama ini..Namun semuanya sudah ada yang Maha Pengatur di segala kehidupan ini…

Saya yakin di balik semua ini pasti ada sesuatu yang menjadi titik Kebesarannya…

Oleh karena itu kita harus berbaik sangka kepadaNYA dengan semua yang terjadi.

Hikmah yang tersembunyi akan mulai menampakakn wujudnya jika kita bisa sabar menjalani dan tetap tawakal dan pasrah…

Ya.. Allah Tuhan yang Maha Pengatur. Ampunilah atas segala ucapan hamba baik dari hati ini, maupun dari bibir yang bergerak tak menentu..Tak jarang bibir ini mengucapkan hal-hal yang bersifat keluhan, keputusasaan, bahkan pertanyaan kepadaMU…

atas apa yang terjadi. Padahal, bila saja mata ini mau terbuka lebih lebar lagi, masih banyak saudara hamba yang keadaannya lebih kurang dari hamba yang miliki sekarang ini.

Astaghfirullah…

Hamba tak berhenti mengeluhkan tentang keadaan. Yang hamba pikir, seharusnya hamba bisa lebih baik dari ini. Hanya ucapan kekecewaan dan penyesalan yang selalu ada. Dan selalu ingin jadi lebih baik. Tapi hamba sangat bersyukur atas apa yang ada , karena tanpa rasa syukur itu hidup hamba dijamin tidak akan tersenyum indah seperti ini.
Setidaknya,Hamba pernah merasakan hal tersebut. Bahkan mungkin, pernah mengalami apa yang disebut kekecewaan, penyesalan, keterlambatan dalam mengerjakan suatu hal .
Seberat apapun perasaan kecewa yang hamba rasakan dalam hidup ini, hamba coba untuk tidak pernah mengeluh lagi. Mulai dari sekarang, Karena sesungguhnya, mengeluh itu sama saja artinya dengan tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan olehMU

Ya…Allah

ampuni segala dosa hamba….



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s