Gunung Krakatau

Posted: August 16, 2007 in jelajah

karakatau.jpgGunung Krakatau adalah salah satu gunung berapi aktif yang berada  di tengah laut tepatnya di Selat Sunda.Gunung berapi yang terletak sekitar 8 mil laut dari Pulau Sebesi.salah satu pulau yang berpenghuni. Gunung Krakatau sangat menantang untuk didaki dan menarik untuk di amati dari dekat.

Rute untuk mencapai Krakatau sangat mudah, yakni lewat Canti, Kalianda, Lampung Selatan. Dari Jakarta Anda menuju arah Merak, lalu dengan menumpang kapal Ferry (Roro), Pulau Sumatera tepatnya Bakauheuni dapat ditempuh dalam 2,5 jam pelayaran. Dari sana dibutuhkan waktu 1 jam untuk mencapai Kalianda.

Canti merupakan pelabuhan nelayan yang terdekat dengan Krakatau yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Biasanya kita dapat menyewa kapal nelayan yang berbobot mati 5 ton.  Kapal tersebut melego jangkarnya kurang lebih 100 meter dari garis pantai, sehingga kita beserta seluruh perlangkapan yang dibawa  harus terlebih dahulu naik sampan sebelum pindah kapal.  Kurang lebih 3,5 jam untuk mencapai pantai Legon Cabe, Rakata Besar. Legon ini dulunya bernama Legon Burung Hantu, karena banyak sekali burung hantu, namun seiring dengan beredarnya waktu burung itu seulit ditemukan karena sering diburu. Di sini, Anda dapat berkemah di cekungan lembah yang berada 50 meter dari pantai.

Dari Legon Cabe, perjalanan diteruskan ke Legon Cemara, pantai gunung Anak Krakatau yang memakan waktu setengah jam. Dalam perjalanan terlihat jelas keanggunan Anak Krakatau yang menjulang tinggi, sungguh dramatis, sekan kita berada di negeri antah berantah. Gunung Anak Krakatau memang menyiratkan misteri. Berbagai keanehan sejak dulu menyelimuti gunung yang berdiri kukuh di tengah laut Selat Sunda tersebut. Proses munculnya juga penuh kejutan, berawal dari letusan dahsyat “induknya”, yakni Gunung Krakatau (813 meter) pada 27 Agustus 1883.

Menurut catatan sejarah yang hingga kini selalu dipromosikan jajaran pariwisatakarakatau-1-le.jpg Lampung, Gunung Krakatau meletus sangat dahsyat, menggemparkan dunia. Semburan lahar dan abunya mencapai ketinggian 80 km. Sementara abunya mengelilingi bumi selama beberapa tahun. Dilihat dari Amerika Utara dan Eropa, saat itu cahaya matahari tampak berwarna biru dan bulan tampak oranye.

Ledakannya menimbulkan gelombang pasang setinggi 40 meter yang menyapu bersih pantai sepanjang Teluk Lampung dan pantai barat daerah Banten sekitarnya. Dikabarkan sedikitnya 36.000 orang waktu itu tewas. Mungkin tidak dilebih-lebihkan, tapi disebutkan suara letusan Gunung Krakatau tersebut bahkan sampai terdengar di Singapura dan Australia. Bahkan rangkaian gempa bumi menjalar sampai ke Australia Selatan, Sri Lanka, dan Filipina.Sebagaimana dinukilkan dalam Javanese Book of Kings, Gunung Krakatau Lama (Purba) tingginya kala itu mencapai 2.000 meter dengan radius 11 km. Tapi, ketika meletus ternyata ledakannya mengakibatkan tiga perempat tubuhnya hancur dan menyisakan gugusan tiga pulau kecil: Pulau Sertung, Pulau Panjang dan Pulau Krakatau Besar.

karakatau-anak.jpgEmpat puluh empat tahun kemudian lahir keajaiban baru. Sekitar tahun 1927 para nelayan yang tengah melaut di Selat Sunda tiba-tiba terkejut. Kepulan asap hitam di permukaan laut menyembul seketika di antara tiga pulau yang ada. Hanya setahun setelah misteri kepulan asap di laut itu, serta merta muncul benda aneh. “Wajah” asli benda aneh itu makin hari semakin jelas dan ternyata itulah yang belakangan disebut Gunung Anak Krakatau.Misteri Gunung Anak Krakatau terus berlanjut. setiap waktu keajaiban selalu muncul. Selain letusannya yang membuat wisatawan asing takjub, Letusan Gunung Anak Krakatau amat indah, ibarat kembang api di tengah pesta. Setiap sepuluh menit sekali, debu dan lava panas

menyembur ke udara mencapai ketinggian 30 hingga 50 meter dari puncak. Pada senja atau malam hari, dari Pulau Sebesi (600 hektar), muntahan Gunung Anak Krakatau itu bagaikan kembang api. Dari pulau Sebesi yang berjarak sekitar delapan mil laut dari Anak Krakatau, letusan gunung itu terlihat jelas.  ketinggian gunung itu tiap hari juga bertambah sekitar satu sentimeter, dari semula hanya beberapa meter kini malah mencapai sekitar 230 meter.

Mendaki Gunung yang berada di tengah laut merupakan tantangan tersendiri, Krakatau salah satunya. Gunung yang pernah meletus tahun 1883 ini, sekarang memiliki dua puncak yakni Rakata Besar (813 mdpl) dan Anak Krakatau (280 mdpl) yang muncul tahun 1930.

Di pulau sekitar Krakatau berada,  pertumbuhan vegetasinya sangatlah minim, terlebih di pulau Anak Rakata yang bisa dijumpai hanya pohon cemara. Malah perkembangan flora dan fauna di pulau ini sempat terhenti tatkala Anak Krakatau meletus tahun 1952 dan 1953.

Barangkali, lambatnya laju perkembangan vegetasi di kawasan ini dikarenakan aktivitas gunung Anak Krakatau. Hingga kini ketinggian gunung ini bertambah 5 cm setiap bulannya. Dari kawahnya pun masih sering tersembur batuan dan lava, bahkan pasir yang ada di punggung gunung itu terasa panas.

Flora yang dapat ditemui sekarang diantaranya adalah kelapa (Cocos nucifera), ketapang (Terminalia catappa) dan cemara (Casuariana equisetifolia) sedangkan faunanya sering terlihat keberadaan biawak (Varanus salvator), penyu hijau (Cholonia midas), ular phyton (Phyton sp), kalong (Pteropus vampirus), burung raja udang (Alcedo atthis), kadal dan kupu-kupu.

Mendaki Anak Krakatau hanya diperkenankan mencapai punggung gunungnya saja, yakni batas aman yang diijinkan. Itupun sebenarnya sudah rawan, yakni lokasi gunungan pasir hitam panas yang menjulang bak kerucut ditemani angin yang bertiup dengan kerasnya.
Dari ketinggian lereng, jelas terlihat pulau Panjang alias Rakata Kecil, Sertung, Rakata
Besar, Siberut dan Panaitan. Beberapa pulau karang atol dengan lautnya yang biru juga
terlihat indah.

Sungguh Kebesaran Tuhan,sebagai Maha pencipta dan Maha Indah.

About these ads
Comments
  1. dimas says:

    kapan sech gunung krakatau meletus….

  2. chiyo says:

    duuuuuch…….ngapaen seech krakatau pke punya anak segala…!!!sapa sech bapaknya…???ooop”zz…janagn marah ya om krakatau…!!!hee….1000x

  3. Salman says:

    Bagus coba bahas gunung purba sunda. Trus hebatan mana

  4. Risma says:

    Dear Ari,

    Dalam waktu dekat saya ingin pergi melihat gunung/anak krakatau. Saya tinggal di Jakarta dan terus terang saya belum pernah pergi ketempat seperti ini dan ini adalah yang pertama buat saya. Apakah ada guide atau travel agent yang dapat membantu perjalanan ke sana dari Jakarta?

    Thanks
    Risma

  5. bazzbeto says:

    halo ari
    saya ada rencana ke krakatau sekitar 12-13 april ini, cuma belum tau rute yg rinci mengenai transportasi ke sana (perkiraan biaya juga).
    ada no tlp yang bisa saya hubungi? e-mail atau id yahoo messenger juga ok.
    thanx.

    bazzbeto

    PS: kontak saya:
    e-mail: basuki_e@yahoo.com
    HP: 08176313032

  6. Airin says:

    Hallo Arie,
    Bulan Juni ini teman saya datang dari amerika khusus untuk mengunjungi anak Krakatau, sekalipun sedikit ngeri tapi saya kepingin jadi tuan rumah yang baik. Saya tinggal di Lippo Karawaci, adakah travel agent atau guide yang bisa mengatur perjalanan kesana? dari Jakarta, atau Karawaci atau tanjung Lesung juga boleh.

    Persiapan apa yang perlu dibawa?
    Terimakasih ya buat infonya,
    Airin

  7. tika wahyuni says:

    halo Arie,
    aku mahasiswi bahasa Jerman Pariwisata di Jogja. aku udah pernah nyoba ke Krakatau tapi sayangnya alat transportasi nya terbatas banget.aku juga sempet ke pemda lapung selatan buat cari data dan nanya kenapa sarana ke Krakatau seterbatas itu. kebetulan ortuku semua di Lampung. Tugas Akhirku aku ambil Krakatau dan blog yang kamu tulis ini masuk daftar pustaka TA ku. makasih… aku punya beberapa temen eropa yang sudah berkali2 nanya tentang Krakatau. aku optimis Krakatau bisa sejajar dengan Merapi atau Bromo di dunia Pariwisata. i wish i can share about this Gorgeous dangerous volcano.
    Tika

  8. nadia says:

    iiagh!! coba ulas apa manfaat gunung berapi iiang meletus??
    misalny krakatau??
    bsa gag?

  9. john says:

    dear Mas Arie,
    bisa diinfokan ke aku, klo mau traveling ke krakatau itu gimana? dan budgetnya berapa?

    total budgetnya berapa? mis: biaya ferri ke lampung, biaya boat dari kalianda ke anak krakatau, dan biaya donasi untuk camping di P. Rakatanya? trus kemarin mas jalan pakai rombongan berapa orang?

    mohon diinfoin yah mas….

  10. Apakah anak’y akan menjadi penerus orang tuanya???
    Kita tunggu kelanjutan kisah’y..
    Hehee

  11. reisa says:

    dear kak arii

    kak thank bgt yaa dah nulis ttg gunung krakatau…ku da tugas translete ttg gunung meletus dalam bahsa arab,dan artukel kakak akan ku jadikan salah stu rujukan..thankk zoo much

  12. zain says:

    waduuhhhh…..jd kepikiran nie gunung.. skrng aja merapi lg meletus…

  13. leander says:

    MUDAHAN AJH YA GUNUNG KRAKATAU TIDAK MELUTUS …………………………………………………….AMIN

  14. Alex says:

    Dalam waktu dkat “ANAK GUNUNG KARAKATAU akan saya pindahkan ke samping MENARA PETRONAS<TWIN TOWER}malaysia.

  15. Andrian says:

    Wdh krakatau meletus lgi, knp yh, kyk gunung krakatau kox diats air laut meletus…….

  16. oen says:

    makasih infonya gan

  17. farida says:

    pasti anaknya meletus tdk seperti ibunya

  18. Nita says:

    Sungguh luar byasa y keajaiban n ciptaan allah ..
    Subhanallah ..
    Qt harus brSyukur sbg umat manusia. Yaaa khan?

  19. dicky says:

    nich ea???
    law ntar anak krakatau meletusss??
    pasti ntar akan muncul cucu’a krakatau donx??
    ckckckck

  20. juang says:

    krakatau letusannya dahsyat ? ko bisa melahirkan anaknya alias Anak Krakatau

  21. yuyun says:

    duch!!! krakatau jngn meledak dulu dund! ksian ama nax rantau ky w! bsa2 liburan gug pulang k rumah dech!!hiks,,,hiks,,,

  22. Malang Raya says:

    Trip saya terakhir ke Semeru cukup menyenangkan, apalagi melewati jalur via Malang yang melintasi perkebunan apel dan panorama alam.
    Terimakasih atas infonya :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s